This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 27 Maret 2018

PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN METODE GRAFIK


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
     Operasi riset (operation research) merupakan penerapan beberapa metode ilmiah yang membantu memecahkan persoalan rumit yang muncul dalam kehidupan sehari-hari kemudian di inteprestasikan dalam permodelan matematika guna mendapatkan informasi solusi yang optimal. Operational research juga banyak digunakan untuk mengambil keputusan yang logis serta dapat dijelaskan secara kuantitatif. Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu metode ilmiah dari sistem menggabungkan ukuran-ukuran faktor-faktor seperti kesempatan dan risiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan, strategi atau pengawasan. Karena keputusan dalam riset operasi dapat berkaitan dengan biaya relevan, dimana semua biaya yang terkaitan dengan keputusan itu harus dimasukkan, kualitas baik dipengaruhi oleh desain produk atau cara produk dibuat, kehandalan dalam suplai barang dan jasa, kemampuan operasi untuk membuat perubahan dalam desain produk atau kapasitas produksi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi.
     Progam linier secara umum adalah salah satu teknik menyelesaikan riset operasi, dalam hal ini adalah khusus menyelesaikan masalah-masalah optimasi (memaksimalkan atau memininumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-masalah yang dapat diubah menjadi fungsi linear. Secara khusus, persoalan program linear merupakan suatu persoalan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai variabel sehingga nilai fungsi tujuan atau objektif yang linear menjadi optimum (memaksimalkan atau meminimumkan) dengan memperhatikan adanya kendala yang ada, yaitu kendala yang harus dinyatakan dalam bentuk ketidaksamaan yang linear. Banyak sekali keputusan utama dihadapi oleh seorang manajer perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan batasan situasi lingkungan operasi. Pembatasan tersebut meliputi sumber daya misalnya waktu, tenaga kerja, energi, bahan baku, atau uang. Secara umum, tujuan umum perusahaan yang paling sering terjadi adalah sedapat mungkin memaksimalkan laba. Tujuan dari unit organisasi lain yang merupakan bagian dari suatu organisasi biasanya meminimalkan biaya. Saat manajer berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan mencari tujuan yang dibatasi oleh batasan tertentu, teknik sains manajemen berupa program linear sering digunakan untuk permasalahan ini.


1.2  Rumusan Masalah
·       Apa yang dimaksud dengan Program Linier (Linear Programing)?
·       Apa saja model Pemrograman Linier Metode Grafik ?
·  Bagaimana contoh soal dan pembahasan fungsi maksimalisasi keuntungan dan minimalisasi biaya?

1.3  Tujuan
·       Memahami tentang Program Linier.
·       Memahami formulasi permasalahan Program Linier.
·       Mengerti dan memahami model Pemrograman Linier Metode grafik.
·       Memahami contoh soal dan pembahasan menggunakan metode grafik. 



                                                                         

BAB II
ISI

2.1  Program Linier
Pemrograman Linear merupakan metode  matematis dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. Pemrograman Linear banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. Pemrograman Linear berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa kendala linear.

Program linear adalah suatu cara matematis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengalokasian sumberdaya yang terbatas untuk mencapai optimasi, yaitu memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang bergabung pada sejumlah variabel input. Penerapan program linear banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, sosial dan lain-lainnya, misalnya periklanan, industri manufaktur (penggunaan tenagakerja kapasitas produksi dan mesin), distribusi dan pengangkutan, dan perbankan (portofolio investasi). 
Program linear berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa kendala linear. Pemrograman linear merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. Pemrograman linear banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. Pemrograman linear berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa kendala linear. Pemrograman linear meliputi perencanaan aktivitas untuk mendapatkan hasil optimal, yaitu sebuah hasil yang mencapai tujuan terbaik (menurut model matematika) diantara semua kemungkinan alternatif yang ada.


2.1  Model Pemrograman Linier Metode Grafik
Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya terdapat dua variabel keputusan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode grafik adalah satu cara yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah optimalisasi dalam programasi linier. Keterbatasan metode ini adalah variabel yang bisa digunakan terbatas (hanya dua), penggunaan 3 variabel akan sangat sulit dilakukan.


Dua macam fungsi Program Linear:
  •  Fungsi tujuan : mengarahkan analisa untuk mendeteksi tujuan perumusan masalah
  •  Fungsi kendala : untuk mengetahui sumber daya yang tersedia dan permintaan atas sumber daya tersebut
Langkah – langkah penyelesaian dengan metode grafik:
  1. Buatlah model matematika / kendala
  2. Tentukan fungsi sasaran (Z).
  3. Menyelesaikan fungsi pertidaksamaan :
·       Jadikan setiap kendala menjadi bentuk persamaan,
·       Buat grafik untuk setiap kendala dan kemudian tentukan daerah penyelesaian atau HP,
·       Setelah grafik dibuat, kemudian tentukan himpunan penyelesaian (HP). Setelah itu, kita menentukan titik – titik terluar yang terdapat didalam grafik tersebut.
·       Setelah titik – titik terluar ditentukan, Uji . titik terluarnya untuk menentukan nilai maksimumnya.


Contoh kasus dan Penyelesaian dalam Metode Grafik :

Pendahuluan :

          Sebuah perusahaan konstruksi sering dihadapkan pada permasalahan penyusunan anggaran proyek yang harus dibuat. Seringkali perusahaan konstruksi mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan dikarenakan pendanaan yang terbatas (kemampuan keuangan perusahaan dan termijn pembayaran) dan pemilihan jumlah proyek yang kurang tepat. Pendanaan yang terbatas serta pemilihan jumlah proyek yang kurang tepat mengakibatkan kerugian bagi pihak pemilik maupun rekanan. Kerugian yang dialami pemilik adalah keterlambatan penyelesaian proyek. Sedangkan kerugian yang dialami kontraktor adalah penghentian kontrak karenatidak dapat memenuhi ketetapan kontrak selain itu kontraktor sulit mendapat kepercayaan dari pemilik untuk mengerjakan proyek-proyek berikutnya. Masalah pendanaan yangterbatas dapat diselesaikan dengan 2 pengalokasian dana yang tepat.
Alokasi dana dapat dihasilkan dari evaluasi terhadap jenis kontrak dan termin pembayaran dengan Teknik Pemrograman Linier. Pemanfaatan Teknik Pemrograman Linier yang akan disampaikan dalam artikel ini digunakan untuk mengevaluasi kelayakan pendanaan proyek yang akan dilaksanakan oleh rekanan atau kontraktor. Evaluasi pendanaan suatu proyek perlu dilakukan agar proyek fisik yang akan dikerjakan tidak berhenti di tengah jalan karena ketidakmampuan rekanan dalam pendanaan proyek tersebut. Meskipun biaya pelaksanaan proyek menjadi tanggung jawab pemilik proyek, tetapi rekanan pelaksana proyek perlu memiliki kemampuan dasar atau kemampuan awal dalam melaksanakan suatu proyek terutama bagi proyek-proyek fisik yang tidak menyediakan uang muka.
 Secara umum teknik ini berhubungan dengan perkiraan Cash Flow yang mungkin akan terjadi pada rekanan pada saat melaksanakan proyek. Teknik ini juga dapat digunakan oleh panitia pengadaan untuk menentukan apakah rekanan yang ikut dalam proses tender memiliki kemampuan dalam melaksanakan proyek. Studi kasus ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Partono (2007). Penelitian ini menggunakan jenis kontrak unit pricedengan skenario tanpa uang muka dan dengan uang muka, termijn pembayaran mothly progress dan progress serta pendanaan dalam proyek yang diteliti tidak memperhitungkan bunga bank. Proyek yang diteliti dalam thesis ini adalah proyek-proyek kelas menengah dengan jangka waktu pelaksanaan kurang dari satu tahun. Analisis Teknik Pemrograman Linier dalam artikel ini menggunakan program TORA.
 Berdasarkan proyeksi cash flow yang dihitung berdasarkan termin pembayaran (uang masuk) dan pengeluaran (uang keluar) selama jangka waktu kontrak , maka dibuat model matematis dari proyeksi cash flow untuk setiap proyek.
 

 

Contoh :
Tabel Cash Flow proyek IV realisasi
BULAN
1
2
3
4
5
6
Pengeluaran (Juta Rupiah)
944
785
1774
961
186
-
Termin (Juta Rupiah)
604
838
1933
1217
727
271



 







BULAN
7
8
9
10
11
12
Pengeluaran (Juta Rupiah)
-
-
-
-
-
-
Termin (Juta Rupiah)
-
-
-
-
-
-












BULAN
13
14
15
16
17
18
Pengeluaran (Juta Rupiah)
-
-
-
-
271
-
Termin (Juta Rupiah)
-
-
-
-
-
254










 
BULAN
19
20
21
22
23
24
Pengeluaran (Juta Rupiah)
-
-
-
-
-
-
Termin (Juta Rupiah)
-
-
-
-
-
-










BULAN
25
26
27
28
29
30
Pengeluaran (Juta Rupiah)
-
-
-
-
-
-
Termin (Juta Rupiah)
-
-
-
-
-
271










Dari tabel di atas maka model matematis Cash Flow Proyek IV realisasi dapat ditulis sebagai berikut:
Fungsi Tujuan  : Max Z = S30

Fungsi Batasan
: D1 – 340P – S1 = 0
D2 + 53 P +S1-S2 = 0
D3 + 159P + S2 – S3 = 0
D4 + 256P + S3 – S4 = 0
D5 + 541P + S4 – S5 = 0
271 P + S5 – S6
= 0

*S6 – S16 = 0
271P + S16 – S17
= 0
+254 P + S17 – S18 = 0

* S18 – S29 = 0
271P + S29 – S30 = 0
0 ≤ Di ≤ 200  i = 5
0 ≤P ≤1
Si ≥0 ; i = 11 


Dari hasil pemrograman linier, nilai optimum disajikan dalam tabel (Proyek IV realisasi), dapat dijelaskan nilai P =1,0; yang artinya nilai kelayakan = 1,0 atau disebut dari segi pendanaan rekanan mampu menyelesaikan proyek IV. Kebutuhan dana tambahan pada bulan pertama sebesar 340 .000.000 (min RHS =340), bulan kedua ,bulan ketiga dan keempat = 0 (RHS min = 0). Objectivevalue pada bulan ke tiga puluh adalah 1.572.000.000 yang berarti keuntungan kotorsebesar 1.534.000.000 = 21,632 % dari Nilai Addendum Akhir. BEP diperoleh antarabulan ketiga dan keempat yaitu pada saat S4 sebesar 468 juta telah memenuhikebutuhan dana sebesar 340 juta. 



                                                                  
GAMBAR GRAFIK CASH FLOW PROYEK IV (REALISASI DAN RENCANA)



Dari gambar grafik cashflow realisasi dan rencana untuk proyek IV (dengan uang muka) dapat dilihat bahwa kebutuhan tambahan dana pada bulan ke satu cukup kecil.Untuk rencana pada bulan ke satu sebesar 6,354 % dari Nilai Kontrak Awal. Untuk Realisasi pada bulan ke satu sebesar 6,281 % dari Nilai Kontrak Awal Break Even Point (BEP) titik 0 di mana uang masuk = uang keluar.

Untuk rencana dan realisasi antara bulan ke tiga dan keempat. Dari segi keuntungan, presentase keuntungan realisasi lebih kecil daripada rencana karena adanya Addendum. Selisih keuntungan realisasi dan rencana sebesar Rp 34.000.000. Pengembalian jaminan (garansi) uang muka pada Proyek IV pada bulan ke lima.




BAB III
PENUTUP

3     1.            Kesimpulan
Program linear adalah suatu cara matematis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengalokasian sumberdaya yang terbatas untuk mencapai optimasi, yaitu memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang bergabung pada sejumlah variabel input. • Yang termasuk dalam komponen model program linear adalah variable keputusan, fungsi tujuan, dan batasan model.  Program linier bisa di selesaikan menggunakan metode grafik untuk menentukan persoalan maksimum maupun minimum.

3     2 .              Saran
Penulis menyadari bahwasannya makalah ini masih terdapat banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan untuk menyempurnakan makalah ini agar lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan mendalam bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya
 





 


           

Jumat, 20 Januari 2017

Perbedaan Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa serta Perkembangannya

Perbedaan Masyarakat Kota dan Masyarakat desa





  • Masyarakat Perkotaan


  Masyarakat Perkotaan ialah Masyarakat yang dihuni oleh orang-orang yang bersifat  heterogen kedudukan sosialnya . Masyarakat kota ini pada dasarnya  telah mengikuti dampak dari era globalisasi sehingga sering kali pada umumnya munculah suatu individualisme, yakni kurang nya rasa sosialisasi antara orang lain.

Ciri-ciri masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut 

  1. Kehidupan agamanya berkurang, sebab biasanya hanya duniawi saja yang di kejar-nya tanpa memikirkan kelak akhirat nanti.
  2. Banyak warga kota yang individualisme tanpa harus memperdulikan orang lain.
  3. Warga kota pada umumnya mendapatkan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik.
  4. Perubahan-perubahan akan terlihat nyata di kota sebab sangat berpengaruh dari budaya luar.
  5.  Lebih sering terkena dampak globalisasi.
  6.  Orang kota pada umumnya akan dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
  7. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
  8.  Pola pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
  9. Interaksi-interaksi yang terjadi lebih berdasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.


  • Masyarakat Pedesaan
      Masyarakat Pedesaan ialah Masyarakat yang pada umum nya masih memegang nilai-nilai kultural kebudayaan dan juga adat-adat yang leluhur mereka ajarkan . Masyarakat pedesaan ini akan masih sulit berkembang serba tertutupnya oleh apa yang leluhur mereka ajarkan , sehingga susah  untuk dapat menerima hal baru. tetapi secara tata krama sangat kental sekali yang namanya gotong royong ataupun bahu membahu .

      Karakteristik umum masyarakat pedesaan adalah masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa terlihat dari dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan juga kondisi tertentu, sebagian karakteristik ini dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa . Tetapi dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan juga informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang berkaitan dengan  etika dan juga  budaya mereka yang bersifat umum.




Ciri-ciri masyarakat pedesaan berikut ini adalah sebagai berikut :

  1. Kehidupan masyarakat pedesaan masih memegang tinggi nilai keluhuran keagamaan dan juga kebudayaan
  2. Warga pedesaan sering sekali bergotong-royong ketimbang dengan individualisme
  3. Masyarakat pedesaan masih berkutat dengan hal-hal yang lama dan juga cenderung susah untuk dapat menerima hal baru
  4. Fasilitas-fasilitas masih jarang terdapat di pedesaan
  5. Akses pedesaan yang terpencil susah untuk ditempuh
  6. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
  7. Mempunyai sifat kekeluargaan yang erat
  8. berbicara apa adanya
  9. Tertutup dalam hal keuangan
  10. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
  11. Menghargai orang lain
  12. Demokratis dan juga religius
Sedangkan cara beradaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan juga gotong royong antara sesama, dan juga sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.

Perkembangan Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan


  • Masyarakat Perkotaan

     Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya. 

      Masyarakat perkotaan sering disebut Urban Community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

1.  kehidupan keagamaan berkurang bila di bandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
2.  perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam      menerima pengaruh dari luar.
3.  orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain
  • Masyarakat Pedesaan

       Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilik ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebagai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
 ciri masyarakat desa : 


1.                  Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih                 mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar                   batas wilayahnya.
2.                  Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal  mata pencaharian, agama, dan adat               istiadat.
3.                  Masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
4.                  Kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan

Didalam masyarakat pedesaan mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab - sebab bahwa didalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan - ketegangan sosial.
Gejala - gejala sosial yang sering terjadi :
1.Konflik
2.Kontraversi
3.Kompetisi
4. Kegiatan pada masyarakat pedesaan.
                                                                  KESIMPULAN : 


      Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur mayur, daging, ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan.

Perbedaan desa dan kota :
1.jumlah dan kepadatan penduduk
2. mata pencaharian 
3.pola interaksi
4.corak kehidupan sosial
5.solidaritas sosial

       Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan pakaian, alat dan obat pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan transportasi. Dalam kenyataannya hal ideal tersebut kadang-kadang tidak terwujud karena adanya beberapa pembatas. Jumlah penduduk semakin meningkat, tidak terkecuali di pedesaan. Padahal luas lahan pertanian dan tanah sulit bertambah, terutama didaerah yang sudah lama berkembang seperti pulau jawa. Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja ini pada akhirnya berakibat bahwa di pedesaan terdapat banyak orang yang tidak mempunyai mata pencaharian tetap. Mereka merupakan pengangguran, baik sebagai pengangguran penuh maupun setengah penuh.


Jumat, 16 Desember 2016

PENATAAN FASILITAS JALAN MARGONDA RAYA, DEPOK

 







   Jalan Margonda Raya merupakan pusat kemacetan yang ada di Kota Depok. Kemacetan di Jalan Margonda Raya semakin hari semakin parah begitulah penuturan dari Bapak Muhammad Soliq yang bertugas sebagai Surverior pada saat kami wawancarai sebagai narasumber.





    Untuk mengatasi dan mengurangi kemacetan di Jalan Margonda ini, Pemerintah Kota Depok
melalui Dinas Binamarga mengerjakan Sebuah proyek untuk penataan dan pelebaran sepanjang Jalan Margonda. Pemkot Depok mempercayakan penyelesaian penataan dan pelebaran jalan Margonda ini kepada PT. Daksina Persada.




  PT. Daksina Persada dipercayakan sebagai kontraktor dalam pengerjaan proyek penataan dan pelebaran jalan Margonda Depok dengan nilai kontrak sebesar Rp. 19.351.987.000. Daksina Persada optimis pengerjaan proyek ini dapat selesai pada 25 Desember 2016 dimana proyek ini sudah dimulai sejak 7 September 2016. Pada saat kami menanyakan kepada bapak Muh.Soliq darimana dana sebanyak itu didapatkan beliau mengatakan bahwa semua biaya ditanggung oleh APBD pemkot Depok. Selain dana dari pemerintah daerah, beliau menuturkan peran pemerintah daerah Depok juga dalam mengalokasikan kabel listrik, PAM, dan kabel Telekomunikasi untuk ditanamkan di dalam saluran utilitas.




  Selain Proyek Pelebaran Jalan, beliau mengatakan bahwa proyek ini juga mengerjakan penataan saluran utilitas dan juga trotoar jalan. Proyek pelebaran Jalan Margonda dibagi menjadi dua lajur. Lajur pertama dimulai dari Arah UI - Ps, Minggu sejauh 150 meter dan Lajur kedua dimulai dari arah putar balik Depok sejauh 420 meter.




   Pelaksanaan proyek ini dituturkan beliau dibagi menjadi penataan dan pelebaran. Beliau selaku Surverior dalam proyek ini menjelaskan di dalam bagian penataan, proyek yang dikerjakan berupa penggalian saluran lama diganti menjadi saluran baru lkemudian penanaman Saluran utilitas berupa kabel PLN, PAM, dan Telekomunikasi. Sedangkan di dalam pelebaran, proyek yang dikerjakan berupa penggalian badan jalan, penggantian kanstin, kemudian pembuatan jalan masuk ( gang, tempat parkir, ruko, dsb), pemasangan batu alam berupa ubin penunjuk arah dan ubin penanda, pengecoran beton, pemasangan trotoar, pengaspalan, dan terakhir dari proyek pelebaran ini adalah pembukaan marka jalan.




  Pada saat kami menanyakan apa saja kendala selama pengerjaan proyek ini berlangsung, beliau menuturkan "Karena Lalu Lintas Padat proses pengerjaan proyek pelebaran dan penataan ini lebih sering dilakukan di malam hari dibandingkan pada saat siang hari".   


NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
* AGUNG KARUNIA LOMBU SEPUH
* HANAFI RAFIS
*MICHAEL CRISTO